Kamis, 21 Maret 2013

Perbedaan Karangan (Ilmiah dan Non Ilmiah)



1. Karangan Ilmiah
Karangan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
ciri-ciri karangan ilmiah yaitu :
a. Sistematis
b. Objektif
c. Cermat, tepat, dan benar
d. Tidak persuasif
e. Tidak argumentatif
f. Tidak emotif
g. Tidak mengejar keuntungan sendiri
h. Tidak melebih-lebihkan sesuatu.
2. Karangan Non-Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Contohnya : Dongeng, Cerpen, Novel, Drama, Roman, dll.
Ciri-ciri karangan non-ilmiah, yaitu:
a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
b. Fakta yang disimpulkan subyektif
c. Gaya bahasa konotatif dan populer
d. Tidak memuat hipotesis
e. Penyajian dibarengi dengan sejarah
f. Bersifat imajinatif
g. Situasi didramatisir, dan
h. Bersifat persuasif

3. Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek:
1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Sumber:
http://nadiachya.blogspot.com

Rabu, 13 Maret 2013

Penalaran



Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ciri-ciri Penalaran :
  1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika( penalaran merupakan suatu proses berpikir logis ).
  2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

Dua jenis metode dalam penalaran:

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran:

  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan -aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Sumber:

  •  http://bambang263.blogspot.com
  • http://id.wikipedia.org



5 Langkah Mendapatkan Rambut Sehat dan Indah

Bagi wanita, rambut adalah sebuah mahkota. Rambut dapat memberikan kesan cantik dan menarik. Tidak sedikit yang mendambakan memiliki rambut yang sehat dan indah. Untuk mendapatkan rambut yang sehat, biasanya para wanita melakukan beberapa perawatan di salon seperti creambath, hairmask, hairspa, dll. Rambut yang sehat tidak hanya di dapat dengan perawatan luarnya saja, tetapi perawatan dalam juga sangat berpengaruh untuk kesehatan kepala dan rambut. Berikut ini langkah sederhana untuk mendapatkan rambut yang indah:
  1. Gunakan Shampoo dan conditioner yang sesuai dengan jenis rambut anda. Conditioner adalah kunci rambut sehat berkilau bagi rambut yang dikeriting atau diwarnai. Keramaslah sesering mungkin.
  2. Pakailah sisir yang bergigi jarang setelah keramas. Jika memakai pengering rambut lakukanlah dalam jarak aman dan panas sedang.
  3. Bila menggunakan hair spray dan mouse gel gunakan yang mengandung pelindung Ultra Violet.
  4. Sesungguhnya rambut lebih cepat bercabang ketimbang tumbuh, karena itu gunting rambut anda setiap enam hingga delapan minggu. Pilihlah model rambut yang sesuai dengan bentuk wajah dan tubuh. Rambut juga dapat menyamarkan kekurangan bentuk wajah, oleh karena itu jangan terlalu bergantung pada tren.
  5. Jangan sembarangan mengunakan bahan-bahan kimia untuk rambut sekalipun tertulis di kemasan bahwa bahan tersebut mudah digunakan di rumah. Lebih baik anda menyerahkan kepada ahlinya seperti di salon.
Tips Perawatan Rambut:
Kurangi bahan kimia pada rambut anda, sebisa mungkin gunakan bahan-bahan alami untuk mendapatkan rambut sehat:
  • Gunakan minyak kelapa untuk menjinakkan rambut liar. Shampoo menyebabkan kadar minyak natural rambut berkurang sehingga rambut tidak terkontrol.
  • Gunakan baking soda untuk menghilangkan sisa shampoo dan produk penataan rambut yang masih tertinggal.
  • Untuk mengembalikan kilau rambut yang kusam anda dapat menggunakan jeruk lemon.
  • Cuka apel dapat membuat rambut berkilau dan mudah diatur.
  • Tambahkan minyak esensial pada shampoo: Patchouli untuk rambut berminyak, Rosemary untuk menghitamkan rambut dan berfungsi sebagai tonik campuran Patchouli + Rosemary dapat menanggulangi masalah ketombe. Almond untuk merawat kulit kepala.

Selasa, 12 Maret 2013

Membudidayakan Teripang

          Teripang atau nama latinnya disebut Sea Cucumber adalah hewan laut melata yang hidup di dasar laut dengan bentuk tubuh menyerupai mentimun dan bermanfaat sebagai obat antiseptik dan mampu meregenerasi sel-sel tubuh manusia yang sakit maupun rusak. Hewan laut ini merupakan salah satu komoditas ekspor dari laut yang harus segera dikembangkan cara budidayanya. Hal ini diperlukan mengingat nilai ekonomisnya yang cukup tinggi di pasaran luar negeri.
          Dari hasil penelitian, jenis hewan laut ini mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan antara lain yaitu:
  • Dapat hidup bergerombol dengan padat penebaran tinggi
  • Metode budidaya dapat dilakukan secara sederhana
  • Tidak memerlukan teknologi tinggi dan modal besar
  • Makanannya berupa ganggang penempel, detritus, molusca kecil yang banyak tersedia di perairan alam
  • Dagingnya enak dimakan dan mudah di proses menjadi makanan
          Yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan teripang yaitu pemilihan lokasi dan metode budidaya. Pemilihan lokasi yang cocok bagi budidaya teripang adalah tempat yang cukup terlindung dari guncangan angin dan ombak. Dasar perairan hendaknya berpasir atau pasir berlumpur bercampur dengan pecahan karang. Salinitas yang cocok adalah antara 30-33ppt. Lokasi budidaya sebaiknya pada kedalaman air laut 0,40-1,50m. Perairan sebaiknya memenuhi standar kualitas air laut yang baik seperti PH 6.5-8.5, kecerahan air laut 50cm, kadar oksigen terlarut 4-8ppm, suhu air laut 20-25C, dan bebas dari pencemaran bahan logam dan lain-lain.
      Metode yang digunakan untuk membudidayakan teripang adalah dengan menggunakan metode penculture. Metode penculture adalah suatu usaha memelihara jenis hewan laut yang bersifat melata dengan cara memagari suatu areal perairan pantai seluas kemampuan atau seluas yang diinginkan sehingga seolah-olah terisolasi dari wilayah pantai lainnya. Bahan yang digunakan ialah jaring (supernet) dengan mata jaring sebesar 0.5-1inch atau dapat juga dengan bahan bambu. Metode ini bertujuan agar terhindar dari hewan-hewan pemangsa. Pemungutan hasil panen dapat dilakukan setelah ukuran teripang berkisar antara 4-6 ekor/kg. Panen dilakukan pada pagi hari sewaktu air sedang surut dan sebelum teripang membenamkan diri.

Jumat, 12 Oktober 2012

Demografi dan Faktor Demografi



Demografi adalah uraian tentang penduduk, terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian dan migrasi. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk, serta bagaimana faktor faktor ini berubah dari waktu kewaktu.

Faktor-faktor Demografi

           Demografi dalam perilaku konsumen ada beberapa aspek yaitu, struktur kependudukan, sosial, ekonomi dan status. Berikut ini adalah penjabarannya:


1.    Demografi dalam struktur kependudukan
            Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan.
Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.

A. Definisi
Demografi berasal dari Bahasa Yunani, Demos dan Grafein. Dimana demos adalah rakyat sedangkan Grafein adalah menulis. Artinya adalah tulisan-tulisan tentang rakyat atau penduduk.

1. Menurut Donald J Boque
Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahannya sepanjang masa, melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.

2. Philip M. Hauser dan Duddley Duncan
Ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran teritorial, dan komposisi penduduk; serta perubahan penduduk karena fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial.

3. Lain-lain
Ilmu yg mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah

B. Variabel utama demografi
·         Kelahiran (natalitas)
·         Kematian (death/mortalitas)
·         Migrasi (perpindahan)


2.        Demografi dalam kelas sosial

Kelas Sosial
Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas sosial tertentu merasa para anggota kelas sosial lainnya mempunyai status yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada mereka.

Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.

Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.

Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.

3.        Demografi dalam ekonomi

Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.

Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.

Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.

4.        Demografi dalam status sosial

Jenis-Jenis Status Sosial

1.Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.

2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.

            3. Assigned Status 
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.


Bagaimana faktor demografi dapat mempengaruhi keputusan pemasaran
      Ada beberapa faktor demografi yang dapat mempengaruhi keputusan pemasaran, yaitu:

ü Lingkungan ekonomi
Faktor ini dapat mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen, karena suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang berbeda-beda.
  
ü  Lingkungan teknologi
Faktor ini sangat berperan penting karena lingkungan teknologi mempunyai kekuatan untuk menciptakan teknologi baru seperti alat-alat elektronik, dll yang bermanfaat untuk kebutuhan manusia. Dengan adanya teknologi maka akan menciptakan peluang dan pasar baru.

ü  Lingkungan politik
Lingkungan politik ini terdiri dari hukum, badan hukum dan pemerintah. Hal ini sangat mempengaruhi keputusan pemasaran karena lembaga politik dapat membatasi suatu organisasi atau individu dalam masyarakat.

ü  Lingkungan alam
Lingkungan alam sangat menentukan tersedianya bahan baku untuk produksi atau tidak. Hal ini sering menjadi pertimbangan bagi pemasar untuk memasarkan produknya.

ü  Lingkungan budaya
Manusia tumbuh dalam masyarakat tertentu yang membentuk keyakinan dan nilai dasarnya. Karakteristik budaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran adalah keteguhan pada nilai-nilai budaya dan perubahan dalam nilai budaya sekunder.





Selasa, 02 Oktober 2012

Aspek-aspek dalam Ilmu Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen 

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap, yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan pada akhirnya membuang produk setelah digunakan.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.

Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dengan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokkan menurut geografi, demografi, psikografi dan perilaku.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen:
1. Kekuatan sosial budaya
    a. Faktor sosial budaya
     Budaya merupakan hasil kreativitas manusia dari generasi ke generasi selanjutnya yang menentukan bentuk perilaku dalam kehidupan sebagai anggota masyarakat. Implikasi umum dari perubahan budaya untuk ahli permasalahan adalah sebagai berikut:
1. Psikografis cenderung bebas dari ketidakamanan ekonomi
  • kecenderungan ke arah meningkatkan kekuatan fisik
  • kecenderungan ke arah personalisasi
2. Kecenderungan pada paham antifungsional
  • kecenderungan ke arah aliran romantis
  • kecenderungan ke arah suatu yang baru dan perubahan
3. Kecenderungan reaksi melawan komplekasi, konsumen menunjukkan
  • kecenderungan ke arah hidup sederhana
  • kecenderungan kembali ke alam
    b. Faktor kelas sosial
        Didefinisikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah orang yang mempunyai kedudukan yang seimbang dalam masyarakat.

    c. Faktor kelompok anutan
       Didefinisikan sebagai suatu kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen.

    d. Faktor keluarga
      Suatu unit masyarakat kecil yang perilaku sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan pembeli.

2. Kekuatan Faktor Psikologis
    a. Faktor pengalaman belajar
        Belajar adalah suatu perubahan perilaku akibat pengalaman sebelumnya. Pengalaman belajar konsumen akan menentukan tindakan keputusan membeli.

     b. Faktor kepribadian
     Kepribadian konsumen sangat ditentukan oleh faktor internal dirinya. Pelayanan yang ditampilkan pramuniaga di toko sangat mempengaruhi suatu kepribadian.

     c. Konsep diri atau self concept
         Perlu menciptakan sesuatu yang sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen.

     d. Faktor sikap dan keyakinan
         Sikap dan keyakinan sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk, merk, dan pelayanan.

Teori Perilaku Konsumen
          Teori perilaku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan yaitu, pendekatan nilai guna (utiliti) dan pendekatan nilai guna ordinal.
       Dalam pendekatan nilai guna cardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Berdasarkan kepada permisalan ini, dan dengan anggapan bahwa konsumen akan memaksimalkan kepuasan yang dapat dicapainya, diterangkan bagaimana seseorang akan menentukan konsumennya keatas berbagai jenis barang yang terdapat di pasar. Dalam pendekatan nilai guna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh dari masyarakat yang dikonsumsi barang-barang tidak dikuantifikasi.
            Tingkah laku seorang konsumen untuk memiliki barang-barang yang akan memaksimalkan kepuasan ditunjukkan dengan bantuan kurva kepuasan sama, yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna (kepuasan yang sama).